waktu terus berjalan.
kini, aku duduk. terdiam. termenung.
berpikir...
apakah arti kisah kita?
pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan.
tak pernah terpikir,
kalau kita tak akan berlanjut
Diam mu membuatku tersentak.
aku seperti kehilangan arah.
Bohong! jika aku bilang aku tidak apa-apa.
Bohong!jika aku bilang aku kuat.
Bohong!jika aku bilang tak kehilangan.
Bohong besar demi gengsiku.
aku tak ingin terlihat lemah, di depanmu.
aku tak ingin terlihat menginginkanmu dengan sangat, di depanmu,
aku tak ingin terlihat sedih, di depanmu.
kamu..
yang muncul secara tiba-tiba.
yang muncul menemani hari-hariku.
yang muncul dengan sejuta perhatian.
yang muncul dengan segudang harapan.
menjauh.pergi.
aku yang terlalu berharap, mungkin.
aku yang terlalu menanggapi, mungkin.
tapi..
aku telah terlanjur.
kamu belum
atau bahkan mungkin
tak akan tergantikan.
sial! aku kehilangan kamu.
jika kita memang tidak ditakdirkan berdua,
kembalikan masa bahagia kita saat berteman dulu.
kembalikan masa tawa kita saat berteman dulu.
kembalikan masa lepasnya kita berbicara saat berteman dulu.
bisakah?
karena aku
bohong
ketika berkata
"i'm not lost without you"
"i am really not lost without you"
"aku tak kehilangan siapa-siapa"
"aku hanya mengutip kata"
I don't care what people say about me. Everyone is unique. And that's how I describe myself, unique.
05 Desember 2008
02 Desember 2008
.cinta bagai sofa.
Yup! Cinta bagai sofa.
Kenapa begitu?
Sofa disini maksudnya sofa yang ada di toko-toko dan sedang posisi dijual.
Dari etalase luar,kita liat sofa itu ditaruh di tempat yang cukup terlihat orang-orang. Warnanya netral dan gak norak. Dari luar itu, kita mencoba semakin mendekat untuk melihat lebih jelas kualitasnya,warnanya,bahannya. Kemudian kita lihat sekeliling..
"adakah yang mengingini ini juga? adakah yang sedang melihat sofa ini?".
Apabila tidak ada orang yang sepertinya melirik-lirik atau melihat secara jelas atau bahkan telah mencoba keempukannya, kita mulai semakin maju dan mendekat.
Dengan perlahan kita duduk di atas sofa tersebut sambil mengecek pas atau tidaknya tingkat empuk sofa itu.
Kemudian, jika kita rasa pas dan cocok, kita akan membeli sofa tersebut dan puas sekali rasanya.
Tapi jika ternyata kurang pas, maka kita akan berpindah ke sofa lain atau bahkan ke luar dari toko tersebut tanpa melihat sofa jenis lainnya dengan sedikit kekecewaan.
Lain lagi kisahnya jika ternyata saat mencoba sofa tersebut, tiba-tiba ada orang yang dengan enaknya duduk di samping anda untuk merasakan sofa itu juga. Anda merasa tersaingi karena ada yang mau membeli sofa yang anda ingini juga sepertinya. Anda merasa sebal dan lebih memilih mengalah atau mungkin anda akan memperjuangkan sofa itu agar tidak diambil orang tersebut.
Hal ini sama seperti cinta bukan?
saat kita merasa tertarik pada seseorang saat bertemu dengan pandangan entah ke berapa, anda akan mulai mendekati sedikit demi sedikit.
anda juga pasti akan "melihat" dulu sekeliling untuk melihat apakah ada "saingan" lain?
jika anda tipikal cuek, maka anda akan tetap memperjuangkan cinta itu.
jika anda tipikal mengalah, maka anda akan lebih memilih mundur dan mencari yang tidak ada saingan.
apalagi wanita. Terlalu memperjuangkan cinta akan terkesan agresif di depan lelaki tersebut (karena saking semangatnya).
Kemudian, setelah anda semakin mendekat dan merasa yakin bahwa mungkin saingan yang lain tidak terlalu "niat" atau hanya tertarik pada pandangan sekilas atau justru tidak ada saingan,
anda akan mulai maju dan semakin mengenalnya.
Setelah semakin mendekat...
Jika anda merasa semakin dekat semakin "nyaman" dan cocok, maka anda akan berani melanjutkan ke hubungan yang lebih dari teman tentunya.
Jika anda ternyata merasa semakin kenal semakin tidak "nyaman" dan tidak cocok, maka anda kemungkinan akan berhenti dan beralih ke "yang lain" atau mencari-cari lagi.
Jika di tengah-tengah kedekatan anda, seseorang yang anda tidak kenal atau bahkan teman anda ternyata langsung mendekatinya juga, maka anda ada 2 pilihan :
a. tetap maju mempertahankan cinta anda entah bagaimana caranya
b. lebih baik mundur dan mencari yang lain atau melihatnya dari jauh saja atau berteman saja.
Well, terbukti kan cinta bagai sofa?
huff..cinta itu jadi terkesan penuh pilihan,ya? tergantung tekad kita aja mempertahankan "sofa" itu atau lebih baik menyerah jika ada "halangan"nya?
It depends on yourself anyway. :)
Kenapa begitu?
Sofa disini maksudnya sofa yang ada di toko-toko dan sedang posisi dijual.
Dari etalase luar,kita liat sofa itu ditaruh di tempat yang cukup terlihat orang-orang. Warnanya netral dan gak norak. Dari luar itu, kita mencoba semakin mendekat untuk melihat lebih jelas kualitasnya,warnanya,bahannya. Kemudian kita lihat sekeliling..
"adakah yang mengingini ini juga? adakah yang sedang melihat sofa ini?".
Apabila tidak ada orang yang sepertinya melirik-lirik atau melihat secara jelas atau bahkan telah mencoba keempukannya, kita mulai semakin maju dan mendekat.
Dengan perlahan kita duduk di atas sofa tersebut sambil mengecek pas atau tidaknya tingkat empuk sofa itu.
Kemudian, jika kita rasa pas dan cocok, kita akan membeli sofa tersebut dan puas sekali rasanya.
Tapi jika ternyata kurang pas, maka kita akan berpindah ke sofa lain atau bahkan ke luar dari toko tersebut tanpa melihat sofa jenis lainnya dengan sedikit kekecewaan.
Lain lagi kisahnya jika ternyata saat mencoba sofa tersebut, tiba-tiba ada orang yang dengan enaknya duduk di samping anda untuk merasakan sofa itu juga. Anda merasa tersaingi karena ada yang mau membeli sofa yang anda ingini juga sepertinya. Anda merasa sebal dan lebih memilih mengalah atau mungkin anda akan memperjuangkan sofa itu agar tidak diambil orang tersebut.
Hal ini sama seperti cinta bukan?
saat kita merasa tertarik pada seseorang saat bertemu dengan pandangan entah ke berapa, anda akan mulai mendekati sedikit demi sedikit.
anda juga pasti akan "melihat" dulu sekeliling untuk melihat apakah ada "saingan" lain?
jika anda tipikal cuek, maka anda akan tetap memperjuangkan cinta itu.
jika anda tipikal mengalah, maka anda akan lebih memilih mundur dan mencari yang tidak ada saingan.
apalagi wanita. Terlalu memperjuangkan cinta akan terkesan agresif di depan lelaki tersebut (karena saking semangatnya).
Kemudian, setelah anda semakin mendekat dan merasa yakin bahwa mungkin saingan yang lain tidak terlalu "niat" atau hanya tertarik pada pandangan sekilas atau justru tidak ada saingan,
anda akan mulai maju dan semakin mengenalnya.
Setelah semakin mendekat...
Jika anda merasa semakin dekat semakin "nyaman" dan cocok, maka anda akan berani melanjutkan ke hubungan yang lebih dari teman tentunya.
Jika anda ternyata merasa semakin kenal semakin tidak "nyaman" dan tidak cocok, maka anda kemungkinan akan berhenti dan beralih ke "yang lain" atau mencari-cari lagi.
Jika di tengah-tengah kedekatan anda, seseorang yang anda tidak kenal atau bahkan teman anda ternyata langsung mendekatinya juga, maka anda ada 2 pilihan :
a. tetap maju mempertahankan cinta anda entah bagaimana caranya
b. lebih baik mundur dan mencari yang lain atau melihatnya dari jauh saja atau berteman saja.
Well, terbukti kan cinta bagai sofa?
huff..cinta itu jadi terkesan penuh pilihan,ya? tergantung tekad kita aja mempertahankan "sofa" itu atau lebih baik menyerah jika ada "halangan"nya?
It depends on yourself anyway. :)
20 November 2008
cinta galau
huaa! cinta itu sering banget,ya bikin galau..
entah karena gue nya yang takut buat ngadepin kenyataan kalo kita emang beneran deket atau emang ternyata kita gak ada apa-apa cuma gue yang salah persepsi trus lebay gt..gue gak tau..
keadaan gue dan dia itu lagi bingung-bingungnya.
gue udah cerita lengkap sih, ke "manager" dan "bos". kalo si manager, tadinya yang nyambungin gue dan bos. soalnya bos tuh cukup deket sama "suneo" (bca: si gebetan gue itu disebut suneo biar gak ketauan). Tapi akhirnya kemaren gue perdana cerita lengkap ke bos karena gue udh "gatel" bgt pengen cerita. dan gue cukup mendapat pencerahan sih.
kalo menurut bos, gue emg lagi deket sama suneo dan gaya pdkt nya suneo tuh yang gt. malu-malu gt kalo ktemu. tipe kuda laut kalo kata gobel.haha..
tapii...udah beberapa hari ini dia agak garing dan kita gak contact2an..kalopun gue akhirnya sms, dia juga jawabnya seadanya..gak seseru minggu-minggu lalu.. gak ngerti gue.. gue udah pasrah sama si bos. si bos sih katanya mau bantuin mencari berita tentang dia. soalnya si suneo nih agak introvert. kalo ditanya baru jawab.itupun gak semuanya bakal diceritain..
hahh.! tapi gue suka..gimana dong??huhu..
pembuktian hubungan gue sama dia yang sebenernya mungkin akan terungkap hari jumat kalo dia dateng ke pesta basket..mudah2an aja dia dateng..jadi gue bisa tau. dia serius deket atau cuma sekedar baik dan ramah...
ya udah deh..gue mau kelas responsi statistik dulu.. to be continued...
entah karena gue nya yang takut buat ngadepin kenyataan kalo kita emang beneran deket atau emang ternyata kita gak ada apa-apa cuma gue yang salah persepsi trus lebay gt..gue gak tau..
keadaan gue dan dia itu lagi bingung-bingungnya.
gue udah cerita lengkap sih, ke "manager" dan "bos". kalo si manager, tadinya yang nyambungin gue dan bos. soalnya bos tuh cukup deket sama "suneo" (bca: si gebetan gue itu disebut suneo biar gak ketauan). Tapi akhirnya kemaren gue perdana cerita lengkap ke bos karena gue udh "gatel" bgt pengen cerita. dan gue cukup mendapat pencerahan sih.
kalo menurut bos, gue emg lagi deket sama suneo dan gaya pdkt nya suneo tuh yang gt. malu-malu gt kalo ktemu. tipe kuda laut kalo kata gobel.haha..
tapii...udah beberapa hari ini dia agak garing dan kita gak contact2an..kalopun gue akhirnya sms, dia juga jawabnya seadanya..gak seseru minggu-minggu lalu.. gak ngerti gue.. gue udah pasrah sama si bos. si bos sih katanya mau bantuin mencari berita tentang dia. soalnya si suneo nih agak introvert. kalo ditanya baru jawab.itupun gak semuanya bakal diceritain..
hahh.! tapi gue suka..gimana dong??huhu..
pembuktian hubungan gue sama dia yang sebenernya mungkin akan terungkap hari jumat kalo dia dateng ke pesta basket..mudah2an aja dia dateng..jadi gue bisa tau. dia serius deket atau cuma sekedar baik dan ramah...
ya udah deh..gue mau kelas responsi statistik dulu.. to be continued...
Langganan:
Postingan (Atom)